🌿 Bupati 1 Purworejo
Raden Adipati Aryo Cokronegoro
Sejarah pembentukan Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, tidak dapat dilepaskan dari konteks Perang Diponegoro (Perang Jawa 1825–1830), di mana bupati pertamanya, Raden Adipati Aryo (RAA) Cokronegoro I, mengambil langkah politik yang memihak Belanda.
📌 Berikut adalah poin-poin penting sejarah bupati Purworejo dan pembelotan (memihak penjajah) pada masa tersebut:
1. Sosok RAA Cokronegoro I (Bupati Pertama)
*Awal Karir:
Raden Adipati Aryo Cokronegoro I (sebelumnya dikenal sebagai Cokrojoyo) adalah pemimpin yang diangkat oleh Belanda untuk wilayah Bagelen (cikal bakal Purworejo).
*Perang Diponegoro (1825-1830):
Pada masa perang besar yang dipimpin Pangeran Diponegoro, Cokronegoro I memilih untuk memihak pemerintah kolonial Belanda.
*Alasan Memihak Belanda:
Strategi ini diambil untuk menyelamatkan rakyat Bagelen dari kehancuran total akibat perang dan untuk memenangkan posisi politik di mata Belanda agar mendapatkan kekuasaan di wilayah tersebut.
*Peran dalam Perang:
Cokronegoro I membantu Belanda (bersekutu) untuk memerangi pasukan Pangeran Diponegoro yang beroperasi di wilayah Bagelen.
2. Pembelotan dan Kontroversi
*Pembelotan:
Tindakan memihak Belanda ini dianggap sebagai pembelotan oleh pengikut setia Pangeran Diponegoro (seperti Kanjeng Jayeng Kusumo yang sebelumnya memimpin wilayah tersebut).
*Dampak:
Akibat persekutuan ini, Cokronegoro I berhasil menstabilkan wilayah Bagelen dan diangkat sebagai bupati pertama Purworejo pada tahun 1831, tepat setelah Perang Diponegoro berakhir.
*Sisi Lain:
Meskipun memihak penjajah, Cokronegoro I dikenal sebagai bupati yang visioner dalam membangun infrastruktur kota Purworejo, termasuk merencanakan tata kota, membangun alun-alun, dan masjid agung.
3. Konteks "Kota Pejuang"
Meskipun bupati pertamanya adalah sekutu Belanda, Purworejo juga dikenal sebagai "Kota Pejuang" karena banyak pahlawan nasional yang lahir dari wilayah ini di kemudian hari (abad ke-20), seperti WR Supratman, Jenderal Ahmad Yani, dan Jenderal Urip Sumoharjo.
Kesimpulan:
Pembelotan yang dimaksud merujuk pada sikap RAA Cokronegoro I pada saat Perang Diponegoro yang memutuskan menjadi sekutu Belanda (memihak penjajah) untuk mengamankan posisi dan wilayah Bagelen, yang kemudian menjadikannya bupati pertama Purworejo.
Bagaiman menurut kalian gaesss?
Sumber:
1. Sumber Resmi Pemerintah
Portal Berita Jawa Tengah: Menjelaskan asal-usul nama Purworejo dan peran Komisaris Belanda Van Lawick Van Pabst dalam menyetujui pembentukan wilayah tersebut.
3 Perda Kabupaten Purworejo Nomor 1 Tahun 2019: Dokumen hukum yang menetapkan hari jadi Purworejo pada 27 Februari 1831, yang secara langsung berkaitan dengan pengangkatan Cokronegoro I oleh Belanda.
3. Arsip & Dokumentasi Sejarah
Koleksi Surat Kabar Langka Perpustakaan Nasional RI: Berita lama (seperti dari surat kabar Trikora tahun 1962) seringkali dikutip untuk membahas transisi wilayah Bagelen ke Purworejo dan peran "pegawai negeri Belanda" pada masa itu.
Daftar Bupati Purworejo - Wikipedia: Memberikan urutan kronologis kepemimpinan sejak masa kolonial hingga sekarang.
#sejarahPurworejo #bupatipertamapurworejo #perangDiponegoro #jasaPahlawan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar