Jumat, 27 Februari 2026

Makna Mencatat dalam Alquran

Sampai sedewasa ini aku baru tahu🥺
Kalau kalian, kapan mulai paham??? 

Kenapa guruku selalu menyuruh kami mencatat pelajaran yang banyak sekali. 
Tiada hari tanpa catatan. Bahkan sehari bisa berlembar-lembar banyaknya. 
Aku pikir karena jaman itu yang punya buku hanya pak guru dan bu guru saja. 
Ternyata ada banyak makna dan manfaatnya. 

Diantara manfaat yang kini kurasakan, 👇
1. Aku menjadi pribadi yang tangguh, tidak mengeluh jika harus menulis tangan
Bahasa kerennya jaman sekarang motorikku terlatih 

2. Tulisan tanganku rapi
Terlatih harus menulis banyak dan harus rapi. Hasilnya tulisanku bisa dibaca orang lain. Tidak bikin mata yang membaca sakit apalagi sampai stress

3. Daya ingatku baik
Menulis kembali melalui beberapa langkah :
a. Membaca
b. Mengingat
c. Menuliskan kembali sambil mengingat
d. Mengkoreksi hasil tulisan dengan membaca kembali dan menyamakan tulisan di papan
Bisa dibayangkan, untuk menghasilkan satu tulisan sudah dipaksa membaca dan mengingat berulang kali. Bagaimana hasilnya gak pintar coba? Sudah pasti ada yang masuk ke otak. 

Ternyata, apa yang dilakukan guru-guruku itu sangat berdasar. 
Berikut dasarnya 👇

Sebuah ungkapan populer 
"Ikatlah ilmu dengan menulis" 
(Qayyidul 'ilma bil kitab)
sumber dari hadis (HR. Ibnu 'Abdil Barr).

Selain itu di dalam Al-Quran memberikan dasar yang kuat mengenai pentingnya menulis ilmu dan mencatat. 
1. QS. Al-'Alaq: 1-5
Ayat: 
"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan... Yang mengajar (manusia) dengan pena (qalam). Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya" (QS. Al-'Alaq: 1-5).
Makna: 
Ayat ini menekankan bahwa pena adalah sarana utama dalam pengajaran dan transmisi pengetahuan. Penulisan adalah cara manusia merekam ilmu yang sebelumnya tidak mereka ketahui. 

2. QS. Al-Qalam: 1
Ayat: 
"Nun, demi pena dan apa yang mereka tuliskan"
Makna: 
Sumpah ini mengisyaratkan bahwa tulisan (ilmu yang tercatat) memiliki nilai yang sangat tinggi di sisi Allah. 

3. QS. Al-Baqarah: 282
Ayat: 
"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu melakukan utang piutang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya..."
Makna: 
Ulama mengambil pelajaran bahwa jika hal keduniawian saja diperintahkan untuk dicatat, apalagi ilmu agama yang mulia, tentu lebih dianjurkan untuk dicatat agar tidak hilang. 

4. QS. Al-Kahf: 109 & Luqman: 27
Ayat ini menggambarkan luasnya ilmu Allah, yang mendorong manusia untuk mencatatnya karena keterbatasan ingatan manusia.

Kesimpupanku, pantaslah jika saat ini daya tangkap anak-anak berkurang karena dari sekian muridku, yang suka menulia bisa dihitung jari. 

#pentingnyamencatat
#menulis
#pena
#manfaatmenulis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar