Selasa, 07 Mei 2024

Ki Hadjar Dewantoro: Simbolisme Terlupakan dalam Riwayat Pendidikan Indonesia”

Ditulis oleh oleh mbah salam, Sanggar Anak Alam Yogyakarta, 2 Mei 2024

ada sejak tahun 1850, pendidikan formal baru menjadi serius pada tahun 1918. Di bawah Van Limburg Stirum, sistem pendidikan mulai digarap secara serius dan menjadi pedoman pedagogis.

Namun, pendirian Taman Siswa pada tahun 1922 oleh Ki Hadjar Dewantoro tidak dimaksudkan sebagai pembentukan sistem pendidikan nasional, tetapi sebagai bentuk perlawanan terhadap kurikulum Belanda yang eksklusif. Meskipun demikian, Taman Siswa gagal menjadi alternatif yang signifikan dalam pendidikan nasional.

Ki Said, seorang guru terkemuka Taman Siswa, mengembangkan pendidikan dengan pendekatan revolusioner yang menghargai bakat setiap individu. Pada masa Ki Said, Taman Siswa mencetak beberapa seniman besar Indonesia.

Kesadaran nasional adalah inti dari pendidikan Taman Siswa, yang merupakan inti dari pemikiran Ki Hadjar Dewantoro. Jika sistem pendidikan nasional tidak menghasilkan kesadaran nasional, maka tidak tepat untuk menyebut Ki Hadjar Dewantoro sebagai Bapak Pendidikan Nasional. Secara substansial, gelar tersebut lebih cocok untuk Daendels, yang meskipun tidak memiliki agenda nasionalisme, tetap berupaya menyebarkan ilmu pengetahuan yang justru diikuti hingga hari ini. []

Sumber : https://www.salamyogyakarta.com/ki-hadjar-dewantoro-simbolisme-terlupakan-dalam-riwayat-pendidikan-indonesia/


Tidak ada komentar:

Posting Komentar